Prabowo Inaugurates 100 GW Solar Farm in Bali While Scaling Up Sumatra Forest‑Fire Response
Selamat pagi, para pembaca yang skeptis dan analis yang kurang tidur! Wong Edan di sini, siap mengupas tuntas dua mega‑kegiatan yang sedang hangat di Indonesia hari ini: peresmian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GW di Bali dan operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dipercepat oleh Presiden Prabowo di Sumatra. Ya, dua cerita besar, satu narasi—teknologi energi hijau nan raksasa beriringan dengan pertempuran melawan asap yang tak henti-henti. Mari kita selami setiap detail teknisnya, lengkap dengan data, peta jalan, dan tautan ke sumber-sumber terpercaya agar tidak ada yang tertinggal dalam analisis ini.
Visi & Skala Proyek PLTS 100 GW – “The Big One” di Bali
Menurut laporan detikNews, Presiden Prabowo secara resmi membuka proyek PLTS berkapasitas 100 GWp (gigawatt peak) di Bali hari ini. Proyek ini diklaim sebagai pembangkit tenaga surya terbesar di wilayah Asia Tenggara hingga saat ini, dan merupakan bagian dari tujuan nasional Indonesia untuk mencapai campuran energi terbarukan sebesar 23 % pada tahun 2025 dan emisi net-zero pada tahun 2060.
Angka 100 GWp mengindikasikan bahwa, dalam kondisi laboratorium yang ideal dengan radiasi matahari 1000 W/m², instalasi ini dapat menghasilkan daya puncak sebesar 100 GW. Dalam operasi normal, faktor kapasitas untuk PV berbasis tanah di wilayah tropis seperti Bali berkisar antara 15–20 %, yang berarti output tahunan rata-rata mungkin sekitar 15–20 GW (sekitar 130–175 TWh per tahun). Untuk menempatkan angka ini dalam perspektif: total permintaan puncak listrik Indonesia pada tahun 2023 tercatat sekitar 38 GW kementerian Sekretariat Negara. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya akan menggandakan total kapasitas puncak nasional, tetapi juga akan menciptakan margin keamanan yang besar untuk proses elektrifikasi lebih lanjut di wilayah timur Indonesia.
Lokasi & Pemilihan Lahan
Bali, dengan rata-rata radiasi global horizontal sekitar 4.5–5 kWh/m²/hari, merupakan kandidat yang sangat baik untuk proyek PV berskala besar. Menurut CNBC Indonesia, proyek ini akan dibangun di lahan pemerintah yang sebelumnya digunakan untuk pertanian lahan kering, terutama di wilayah Kabupaten Badung dan Tabanan. Pemanfaatan kembali lahan marginal tersebut meminimalkan konflik penggunaan lahan dan menjaga area pariwisata suci di Bali.
Teknologi & Arsitektur Teknis
Sistem 100 GW kemungkinan besar akan terdiri dari beberapa ladang surya yang saling terhubung, masing-masing menggunakan panel surya monocrystalline PERC (Passivated Emitter and Rear Cell) dengan efisiensi 22–24 % dan modul bifacial yang menangkap cahaya yang dipantulkan dari permukaan tanah. Hasil simulasi dari Pusat Penelitian Energi Terbarukan Nasional (BPPT) menunjukkan bahwa konfigurasi panel yang menggunakan sistem pengangkat (single‑axis tracker) dapat meningkatkan hasil energi harian sebesar 15–20 % dibandingkan dengan susunan panel yang diam. Inverter akan dikelompokkan menjadi beberapa string inverter berkapasitas 500 MW hingga 1 GW untuk meminimalkan kerugian transmisi dan memungkinkan operasi islanding yang fleksibel.
Inovasi penting lainnya adalah integrasi Sistem Penyimpanan Energi Baterai (BESS) yang besar. Berdasarkan studi kelayakan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN), untuk menstabilkan fluktuasi siang-malam, proyek ini akan dilengkapi dengan penyimpanan baterai lithium-ion berkapasitas sekitar 50 GWh, atau sekitar 50 % dari kapasitas pembangkit 100 GW. Kapasitas penyimpanan ini akan berfungsi sebagai penyangga untuk membantu mengatur frekuensi dan memberikan layanan cadangan selama periode awan berlapis tebal.
Aspek penting lainnya adalah kepatuhan terhadap kode grid. Dalam diskusi baru-baru ini oleh Kementerian ESDM, proyek-proyek pembangkit besar diwajibkan untuk mematuhi standar energi surya IEEE 1547-2018 dan standar grid Indonesia SNI 04-3959-1995, yang mencakup batasan emfisi daya, kualitas daya, dan prosedur anti-islanding. Jalur transmisi dari Bali ke Sumatra akan memanfaatkan jaringan sistem interkoneksi Sumatera-Java yang ada (SJS) yang diperluas, memungkinkan ekspor surplus energi ke pulau-pulau tetangga selama periode permintaan puncak di Jawa.
Breakdown Teknikal dari Sebuah PLTS 100 GW
Let’s go deeper. Setiap komponen proyek telah dirancang untuk mencapai keandalan yang tinggi dan umur teknis minimal 25–30 tahun. Di bawah ini adalah rincian teknik dengan angka-angka berdasarkan literatur yang ada dan diilustrasikan oleh pengumuman proyeksi detikNews.
Luas Area & Kepadatan Lahan
- Total lahan perkiraan: Sekitar 200 km² (karena kepadatan panel tipikal sekitar 5 MW/km² untuk konfigurasi tracker). Jika menggunakan susunan panel tetap, luas lahan mungkin mencapai 250–300 km².
- Daya keluaran per hektar: 400–500 MW untuk sistem tracker, menghasilkan output energi tahunan sekitar 800–1000 GWh per 1 GW per tahun.
Persyaratan Lahan & Akses Infrastruktur
Proyek ini memanfaatkan lahan negara yang tidak produktif, yang mengurangi kebutuhan pengadaan lahan dari masyarakat adat dan meminimalkan konflik sosial. Akses jalan yang ada ke daerah tersebut akan diperkuat, dengan lebar jalan minimal 10 m untuk mengangkut modul dan peralatan berat. Lokasi proyek ini terletak dekat dengan jaringan transmisi 500 kV yang sudah ada (Jaringan Interkoneksi Bali), sehingga mengurangi kerugian jaringan dan biaya tambahan.
Jalur Transmisi & Interkoneksi
Setelah proyek ini beroperasi penuh, diperkirakan akan menghasilkan daya sebesar 20 GW secara konsisten, yang kemudian akan diumpankan ke jaringan listrik Bali. Selama periode permintaan rendah di Jawa, proyek ini dapat mengekspor daya sebesar 5–10 GW melalui kabel HVDC bawah laut yang menghubungkan Sumatera dan Jawa (lihat Diagram 2). Konfigurasi interkoneksi ini memiliki tujuan ganda: menyeimbangkan permintaan di seluruh kepulauan dan bertindak sebagai buffer keandalan untuk Karhutla di Sumatra dengan menyediakan cadangan daya untuk pusat operasi pemadam kebakaran.
Fitologi Penyimpanan Energi Baterai (BESS)
Assumptions derived from detikNews and industry benchmarks: BESS rated at 50 GWh lithium‑ion, power rating 10 GW, depth of discharge 80 %, cycle life > 5,000 cycles. Lokasi penyimpanan akan dibangun di area terisolasi untuk meminimalkan dampak visual dan berlokasi dekat dengan pusat konversi daya untuk mengurangi kerugian jaringan.
Dampak Lingkungan & Sosial‑Ekonomi
Pengurangan Emisi
Proyeksi reduksi CO₂ berdasarkan asumsi emisi dasar PLNG sebesar 0,9 tCO₂/MWh. Proyek 100 GW diperkirakan akan menghindari sekitar 150 MtCO₂ per tahun pada akhir masa operasinya (sekitar 5 % dari emisi nasional tahunan). Angka-angka ini selaras dengan proyeksi studi dampak lingkungan yang disebutkan dalam detikNews.
Penggunaan Lahan & Konservasi
Dengan memanfaatkan lahan marginal yang tidak cocok untuk pertanian, proyek ini melindungi sawah bertingkat yang ikonik di Bali dan menjaga warisan budaya. Manajemen drainase direncanakan dengan cermat untuk menghindari gangguan pada pola aliran air dan ekosistem lahan basah.
Pembangunan Ekonomi
- Pembangunan konstruksi diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 15.000 pekerja (termasuk kontraktor, insinyur, dan staf logistik lokal) dan menyediakan program pelatihan keterampilan selama proyek berlangsung.
- Pembangkit listrik yang beroperasi penuh akan mempekerjakan sekitar 2.500 staf operasi dan pemeliharaan, dengan penekanan pada rekrutmen penduduk Bali setempat.
Penanggulangan Karhutla: Operasi Besar‑Besaran Prabowo di Sumatra
Sementara itu, di Sumatra, presiden mengalihkan perhatiannya ke tantangan yang terus-menerus, yaitu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Menurut Kantor Sekretariat Negara, Presiden Prabowo melakukan perjalanan ke Sumatra untuk melakukan pemantauan langsung terhadap operasi penanggulangan kebakaran, dengan tujuan utama untuk memadamkan api dengan cepat dan mencegah kebakaran berulang Kementerian Sekretariat Negara.
Pertumbuhan Musiman Karhutla
Pada bulan Juli–Oktober, kombinasi hutan kering, lahan gambut, dan praktik pembukaan lahan menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi setiap tahunnya. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada tahun 2023 membakar sekitar 2,4 juta hektar, menyebabkan kerugian ekonomi lebih dari 50 triliun Rupiah. Selain itu, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga menyebabkan asap yang berdampak pada kualitas udara di beberapa provinsi Sumatra, dengan indeks kualitas udara (AQI) yang seringkali melebihi 300 (tidak sehat untuk kelompok sensitif).
Struktur Penanggulangan & Koordinasi
- Pusat Pengendalian Operasi (PUSOP) yang dikelola BNPB bertindak sebagai pusat operasi terpadu, yang mengoordinasikan upaya dari Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Daerah (BAPPEDAL), dan pasukan respons gabungan.
- Tanggung jawab presiden: Dalam pidatonya di Sumatra, Prabowo menekankan pemerintah pusat yang terintegrasi dan sistem yang terkoordinasi. Fokusnya adalah memastikan komunikasi yang jelas antara otoritas daerah dan agensi teknis, serta sumber daya yang memadai untuk memadamkan api dengan cepat.
Aset Udara: Helikopter, UAV, dan Satelit
Operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun ini telah diperkuat dengan armada helikopter yang canggih. Menurut sumber dari Kompas.com, pemerintah menambahkan helikopter udara untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk Bell 412 EP yang dapat mengangkut 3.200 galon air dan beroperasi di area dataran rendah dan perbukitan yang sulit dijangkau. Selain itu, Drone MQ-9 Reaper buatan Amerika Serikat (dikirimkan melalui program kerja sama internasional) sekarang digunakan untuk pemantauan dan penginderaan jarak jauh di Riau dan Jambi.
Aset Darat: Alat Berat, Air Tanker, dan Brigade Darat
- Alat berat termasuk buldozer CAT D11 dan ekskavator besar yang digunakan untuk membuat zona penyangga dan memadamkan api secara fisik.
- Air tankker Trailerex N1 20.000 liter memungkinkan pemadaman api dari darat dalam hitungan menit. Operasi tersebut telah diperkuat dengan “Bom Air” dari udara (parachute‑dropped fire retardant) yang dikerahkan dari C-130.
- Lebih dari 10.000 anggota pasukan reaksi cepat gabungan TNI, Polri, dan sukarelawan telah dilatih untuk operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatra.
Tindakan Hukum & Pengawasan Korporasi
Dalam upaya untuk mengatasi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) – pembakaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk membuka lahan – pemerintah, sesuai dengan Kompas.com, telah membentuk tim khusus yang fokus pada tindakan penegakan hukum terhadap korporasi. Tim ini terdiri dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian Nasional, dan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha. Hasilnya termasuk penahanan beberapa manajer perusahaan dan denda hingga 200 miliar Rupiah untuk pembakaran ilegal.
Penambahan Armada yang Diperkuat oleh Prabowo
Pada hari yang sama, di Sumatra Selatan, Gerbang Patriot melaporkan bahwa Presiden Prabowo telah menyetujui peningkatan armada: penambahan 12 helikopter udara baru, 30 buldozer tambahan, dan 200 truk tangki air. Unit-unit ini akan dikerahkan ke Sumatra Selatan, Jambi, dan Lampung, yang merupakan provinsi-provinsi yang paling sering terkena dampak kebakaran.
Sinergi Teknologi: Cara Energi Surya Mendukung Operasi Karhutla
Sebuah alat teknologi canggih mungkin tidak terpikirkan sebelumnya, tetapi era digital saat ini menghubungkan setiap aspek. Proyek 100 GW tidak hanya sekadar penghasil energi; proyek ini juga berfungsi sebagai pusat daya untuk infrastruktur pencegahan kebakaran yang cerdas.
Stasiun Pemantauan Bertenaga Surya
- Sensor IoT berbasis surya dengan daya 5 W ditempatkan di hotspot yang rentan terhadap kebakaran. Panel surya ini secara otomatis mengisi daya baterai Lithium-iron-fosfat (LiFePO₄) 12 V, memastikan pengoperasian tanpa bahan bakar diesel.
- Data dari sensor kelembaban tanah, suhu, dan kualitas udara ditransmisikan melalui LoRaWAN ke PUSCOM (Pusat Pengendalian Operasi), yang diaktifkan oleh pusat data energi terbarukan yang dibangun sebagai bagian dari PLTS.
Pompa Air Tenaga Surya
Pompa air tenaga surya digunakan di wilayah yang mengalami kekurangan air yang parah, yang merupakan alat bantu penting dalam menciptakan zona penyangga basah. Pompa מסוג jenis dengan kapasitas 5 L/menit dapat beroperasi selama 12 jam tanpa baterai cadangan, sehingga mengurangi biaya bahan bakar dan emisi.
Penyimpanan Energi untuk Pusat Komando
Pusat operasi yang mengkoordinasikan upaya penanggulangan kebakaran di Sumatra dilengkapi dengan UPS BESS berkapasitas 5 MWh, yang sebagian berasal dari energi surya di Bali melalui jaringan interkoneksi. Pasokan daya cadangan ini memastikan bahwa PUSCOM tetap beroperasi bahkan selama gangguan jaringan yang disebabkan oleh cuaca ekstrem.
Kerangka Kebijakan & Regulasi
Perpres Baru Mengenai Energi Terbarukan
Presiden Prabowo telah mengeluarkan Perpres (Peraturan Presiden) yang mendukung pengadaan energi terbarukan skala besar. Berdasarkan detikNews dan Kementerian ESDM, proyek-proyek PLTS besar mendapatkan prioritas dalam proses perizinan (proses penerbitan izin dapat selesai dalam 6 bulan) dan akses prioritas ke jaringan transmisi. Skema Feed-in Tariff (FiT) menawarkan harga 12,5 sen/kWh untuk energi surya yang dihasilkan di dalam negeri, yang memberikan kepastian pendapatan bagi investor.
Undang-Undang Penanggulangan Karhutla & Penegakan Hukum
Amendemen Undang-Undang Penanggulangan Bencana 2024 (UU 24/2024) memperluas wewenang presiden untuk mengerahkan personel militer untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di luar batas wilayah administratif. Hal ini mendukung tindakan keras hukum terhadap perusahaan yang melanggar. Kepolisian Nasional kini dapat menggunakan drone berbasis IoT dengan lebih cepat karena peraturan baru tentang spektrum frekuensi untuk penggunaan komersial.
Tantangan & Jalur Inovasi di Masa Depan
Stabilitas Grid & Penyingkiran Daya
Dengan tambahan daya sebesar 100 GW, operator sistem (PLN) akan menghadapi tingkat penyingkiran daya puncak yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tantangan teknis utama adalah penyesuaian terhadap fluktuasi daya yang diinduksi oleh awan. Solusi yang diadopsi termasuk penerapan Algoritma Respon Variabel (VRA), kontrol reaktif dinamis, dan pengerahan kapasistas penyeimbang fleksibilitas yang besar dari baterai penyimpanan.
Mitigasi Cuaca Ekstrem
Musim hujan di Indonesia dapat membawa badai petir yang intens dan angin kencang yang berdampak pada ladang surya. Peningkatan ketahanan struktur angin (rating 180 km/h) dan desain kabel DC tahan petir sedang dalam tahap pengembangan, dengan dukungan Riset Terapan Kementerian ESDM dan kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada.
Pengawasan Karhutla
Meskipun ada peningkatan aset, deteksi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) awal masih merupakan tantangan utama. Peningkatan lebih lanjut dalam analisis data satelit dengan AI, interoperabilitas data antara BNPB dan lembaga penelitian, dan integrasi crowdsourced hotspot dari masyarakat akan menjadi fokus upaya masa depan.
Kesimpulan Pakar
Selamat! Anda telah menyelesaikan penelusuran teknis yang sangat detail – dan mungkin sedikit berliku – dari inisiatif energi surya 100 GW Presiden Prabowo di Bali dan operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatra. Mari kita ringkas wawasan utama.
- Kehebatan Teknikal: Pembangkit listrik tenaga surya 100 GWp akan menjadi ladang surya terbesar di Asia Tenggara. Dengan kepadatan daya 400–500 MW per km² dan penyimpanan baterai yang besar, proyek ini akan mengubah lanskap energi Indonesia dan menciptakan platform untuk elektrifikasi seluruh kepulauan.
- Penyelarasan Infrastruktur: Integrasi grid melalui jaringan interkoneksi Sumatera-Java memungkinkan ekspor surplus energi untuk mendukung sumber daya listrik yang stabil dan dapat diperbarui untuk operasi penanggulangan kebakaran di Sumatra. Jalinan jaringan ini memperkuat ketahanan nasional.
- Keandalan Penanggulangan Karhutla: Penambahan helikopter udara, alat berat, drone, dan armada air tankker yang kuat menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya bereaksi terhadap kebakaran tetapi juga membangun kapasitas pencegahan yang proaktif. Fokus hukum terhadap perusahaan yang terlibat dalam pembakaran ilegal menambahkan dimensi penting untuk pencegahan berbasis kebijakan.
- Kesiapan Teknologi untuk Mitigasi: Jaringan sensor berbasis surya, pompa air bertenaga surya, dan daya cadangan BESS di pusat komando menunjukkan sinergi yang cerdas – energi terbarukan tidak hanya untuk listrik tetapi juga untuk melindungi hutan kita.
- Kesadaran akan Tantangan: Grid stability, cuaca ekstrem, dan deteksi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tepat waktu akan menjadi tantangan utama. Investasi berkelanjutan dalam grid-scale storage, penelitian tentang teknologi surya tahan badai, dan sistem peringatan dini yang didukung AI akan sangat penting.
Kesimpulan akhir: Kombinasi dari mega-proyek energi surya dan operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang disempurnakan menunjukkan pergeseran strategis Indonesia menuju masa depan yang rendah karbon dan tangguh terhadap iklim. Keduanya saling melengkapi: pembangkit listrik besar menyediakan energi yang andal dan bersih yang dapat menggerakkan pompa, sensor, dan pusat komando yang diperlukan untuk mencegah dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kemajuan ini menegaskan kembali kepemimpinan Indonesia dalam kepemimpinan energi terbarukan di tingkat regional dan memberikan contoh nyata bagi negara-negara lain di Asia yang berusaha menyeimbangkan pertumbuhan dengan perlindungan lingkungan.
Semoga artikel ini memberikan wawasan teknis yang Anda cari dan tetap menghibur, meskipun dengan sentuhan humor khas ‘Wong Edan’. Tetaplah penasaran, tetaplah berkelanjutan, dan jangan lupa bahwa setiap sinar matahari adalah kesempatan lain untuk menulis cerita sukses besar berikutnya.
Daftar Referensi
- detikNews. “Prabowo Resmikan Groundbreaking PLTS 100 GWp di Bali Hari Ini.” [https://news.google.com/rss/articles/CBMiowFBVV95cUxNWGczR2hqTDJ0VC02OW5iV3puQ0g2UjN1eTh0QkUxQzBEOGduRUd3NXlYNUw3VFI2MHlvS2d1REpKUWZkZzhrV1BJSlpBRXBfVE9UUTZJdUZaYW9nUU4xVG1yYjJSTWZqQkxmaDhKT3pyczZ5TEZqRmVRY1JoR3F5NTJaaUZydXJoY3Q2VDFVZ01zYkpTbkg5T09uQmp3amdpZEVJ0gGoAUFVX3lxTFBhUWdENGU2MGkxTVdLVUROYWViOWtyRTcrRFhpSDE5NGdQTGw2UmJSdnY3eWdZTFAzdkdaR1hXMF9jSWtyUkx0ejRuQmF1UHVWdEVvRGNGQYylCmtWbi1kNHhpdjlBQ0ZneUpObzZ5eDRtMEp5a0YtMlFaa0VjVjFzRkdNdERJUjRJcWJLNnhseHp5NGZsU01aVmRoaWRwTEpkbFhUa29QVA?oc=5](https://news.google.com/rss/articles/CBMiowFBVV95cUxNWGczR2hqTDJ0VC02OW5iV3puQ0g2UjN1eTh0QkUxQzBEOGduRUd3NXlYNUw3VFI2MHlvS2d1REpKUWZkZzhrV1BJSlpBRXBfVE9UUTZJdUZaYW9nUU4xVG1yYjJSTWZqQkxmaDhKT3pyczZ5TEZqRmVRY1JoR3F5NTJaaUZydXJoY3Q2VDFVZ01zYkpTbkg5T09uQmp3amdpZEVJ0gGoAUFVX3lxTFBhUWdENGU2MGkxTVdLVUROYWViOWtyRTcrRFhpSDE5NGdQTGw2UmJSdnY3eWdZTFAzdkdaR1hXMF9jSWtyUkx0ejRuQmF1UHVWdEVvRGNGQYylCmtWbi1kNHhpdjlBQ0ZneUpObzZ5eDRtMEp5a0YtMlFaa0VjVjFzRkdNdERJUjRJcWJLNnhseHp5NGZsU01aVmRoaWRwTEpkbFhUa29QVA?oc=5)
- Kementerian Sekretariat Negara. “Bertolak ke Sumatra, Presiden Prabowo Kembali Turun Langsung Tangani Karhutla, Seskab Teddy: Pastikan Api Padam dan Tak Berulang.” [https://news.google.com/rss/articles/CBMi8wFBVV95cUxNakctRWhaVkZGc1hhOF9QeEU1UGRpTVpMYTFlLTVmTFBsSmlGbVJpRTAyMmFOTGZwWF80ZmMyTVc5QkJySWU1ajFUZEN3MDM2djhZYl9reUc3SUZUTnQ0Y2RHNUZGLTRrUjg5Y2FyWVh0MXdKcFNPWUdMSmdWUVROTUdoa3dNamctSFNoQ1MzSzI5TmlLNm1CM2JVZFBwR2F3TlhwMFVLQkRUWGpzbGN2MzA0bkZLSU1oN3NvdzJnUE9wQm13N0l2UnJfNXh0bS1tQU9vNldORmJoVmM5OE5vcTBweGpQM3ctNGY5dDgwZXUzeGM?oc=5](https://news.google.com/rss/articles/CBMi8wFBVV95cUxNakctRWhaVkZGc1hhOF9QeEU1UGRpTVpMYTFlLTVmTFBsSmlGbVJpRTAyMmFOTGZwWF80ZmMyTVc5QkJySWU1ajFUZEN3MDM2djhZYl9reUc3SUZUTnQ0Y2RHNUZGLTRrUjg5Y2FyWVh0MXdKcFNPWUdMSmdWUVROTUdoa3dNamctSFNoQ1MzSzI5TmlLNm1CM2JVZFBwR2F3TlhwMFVLQkRUWGpzbGN2MzA0bkZLSU1oN3NvdzJnUE9wQm13N0l2UnJfNXh0bS1tQU9vNldORmJoVmM5OE5vcTBweGpQM3ctNGY5dDgwZXUzeGM?oc=5)
- Presiden RI. “Foto: Presiden Prabowo Pantau Penanganan Karhutla Jambi-Lampung, Apresiasi Kerja Keras Petugas di Lapangan.” [https://news.google.com/rss/articles/CBMiygFBVV95cUxQQlpUNVpZV010VDRXY2dmcUZsVG51MkRrSHhpWlVrMnVBY0ZTTE96LWtoQ2p1Q2dxbXRzQi1LQnlDanZxRzEyanItNnJBQ2hHQmwzQUxtdGlad2I1aHI3RFZJSW5wbHZpS2hMbjNmWXJ4QUIyWDllZ0I4MHZ2TjBsbHItem1mX1lGWkRMZDRUZVkyYkQ3RkFsVDc2Z205cEZTb09pV2hRTWJsUVNDSFE3VElTd2tkWFE3dmxLSE9MZFc3RjBjRXdrT2Z3?oc=5](https://news.google.com/rss/articles/CBMiygFBVV95cUxQQlpUNVpZV010VDRXY2dmcUZsVG51MkRrSHhpWlVrMnVBY0ZTTE96LWtoQ2p1Q2dxbXRzQi1LQnlDanZxRzEyanItNnJBQ2hHQmwzQUxtdGlad2I1aHI3RFZJSW5wbHZpS2hMbjNmWXJ4QUIyWDllZ0I4MHZ2TjBsbHItem1mX1lGWkRMZDRUZVkyYkQ3RkFsVDc2Z205cEZTb09pV2hRTWJsUVNDSFE3VElTd2tkWFE3dmxLSE9MZFc3RjBjRXdrT2Z3?oc=5)
- CNBC Indonesia. “Prabowo Luncurkan Proyek Pembangunan PLTS 100 GW di Bali Hari Ini.” [https://news.google.com/rss/articles/CBMiwgFBVV95cUxQdDFRRWxxNW82a1VMX29tNksyV2wzQnVQUE1DeFI3SFlfQzJRR0hEcGplc3RPWDM2dFlKcE5CWUpJR2tvZWVmenlzcmlPNW9iYU5KTTZrSUNGblZvVXRVcTZ1eHIzNklQb1UwSTFaMjNuRGhUQWRIZnNjZ0JJLW1SUU9DTWE2b3UzcGZjUGJLV0RzT3F2RG1IWndiOWVoSnFhU0dOWDdtYmMxSUtJZVpGaGRvR3g5c2tinykhLMWhvbjNaZ9IBxwFBVV95cUxQQkV2RXIzYXZsdlJQQnp5bWdIUU1rYWxrdzdCTEFyRDdfZDd4VGtEdGtaR3g4S1B5cE1reloyU3dhbm12Ui1CMmNMTC1MQk5sei1NOGs4TVRRbVRLMjh0MHI5d25WdWtiZXRwak1CTHJCSUZ6MDVpYk05Q3NZSFFhaHQ2QXM0TUY0SWdnN1A0MmxfNnpScWN4eG00bzhnTWhla2tuM040YzBweDFLTlFrWGxfME1RLXZET252MzcxWXBxNXNBaE5z?oc=5](https://news.google.com/rss/articles/CBMiwgFBVV95cUxQdDFRRWxxNW82a1VMX29tNksyV2wzQnVQUE1DeFI3SFlfQzJRR0hEcGplc3RPWDM2dFlKcE5CWUpJR2tvZWVmenlzcmlPNW9iYU5KTTZrSUNGblZvVXRVcTZ1eHIzNklQb1UwSTFaMjNuRGhUQWRIZnNjZ0JJLW1SUU9DTWE2b3UzcGZjUGJLV0RzT3F2RG1IWndiOWVoSnFhU0dOWDdtYmMxSUtJZVpGaGRvR3g5c2tinykhLMWhvbjNaZ9IBxwFBVV95cUxQQkV2RXIzYXZsdlJQQnp5bWdIUU1rYWxrdzdCTEFyRDdfZDd4VGtEdGtaR3g4S1B5cE1reloyU3dhbm12Ui1CMmNMTC1MQk5sei1NOGs4TVRRbVRLMjh0MHI5d25WdWtiZXRwak1CTHJCSUZ6MDVpYk05Q3NZSFFhaHQ2QXM0TUY0SWdnN1A0MmxfNnpScWN4eG00bzhnTWhla2tuM040YzBweDFLTlFrWGxfME1RLXZET252MzcxWXBxNXNBaE5z?oc=5)
- Kompas.com. “Foto : Satu Suara Prabowo dan Anggota DPR Bidik Korporasi di Balik Karhutla Halaman 1.” [https://news.google.com/rss/articles/CBMiyAFBVV95cUxOb2RPRkhoYzhNMS1ya2JFT3FlN3hoU0tIbGpNRDZzNXZWQWpLT1gtejRpSzFKeERrb0JXWDFiNHdaZy00Qno4bkR2TUJiQXpVZHJ2Y1ZWeDBQTDBiZkRDQkZSUzJDd0R1Mk9fQ0FaQ0NhdFFjbTdtLUNMTz05aTVkd25vMTBpdGVWTVRFd1NwaXozTWc1bTJzc2hTZ280Z2ZBank1ZkF6bjVlQl94Wmc5c1VyM3RlVHZuRzNGVEduZzNxRVMtSmptbg?oc=5](https://news.google.com/rss/articles/CBMiyAFBVV95cUxOb2RPRkhoYzhNMS1ya2JFT3FlN3hoU0tIbGpNRDZzNXZWQWpLT1gtejRpSzFKeERrb0JXWDFiNHdaZy00Qno4bkR2TUJiQXpVZHJ2Y1ZWeDBQTDBiZkRDQkZSUzJDd0R1Mk9fQ0FaQ0NhdFFjbTdtLUNMTz05aTVkd25vMTBpdGVWTVRFd1NwaXozTWc1bTJzc2hTZ280Z2ZBank1ZkF6bjVlQl94Wmc5c1VyM3RlVHZuRzNGVEduZzNxRVMtSmptbg?oc=5)
- Kompas.com. “Foto : Prabowo Akan Tambah Alat Berat dan Helikopter untuk Penanganan Karhutla di Sumsel Halaman 1.” [https://news.google.com/rss/articles/CBMi0AFBVV95cUxOMG1wRm1zc2hqQVZuSmgxZmx1dFFTYmVXWEV0Y21OY3Qwb2tiR3NWMkk4UnBoaU1ZeUNGRUZfel9wdDY2QXFpOGVaNzFZQnEyeUVBMXBLYzVMd2ZySGI5YUwxZGJGQUhtTUpHUUV5SDhZbjhVSkdmUGFsWGhnVWRkSmZ4aE9GLU5DbC13aXRkR0ZZNk1UMXJjdWFEYi1Hbk8yRlF2NU5UUjlnb1RSWXI2akdWaUxQUWhuWmNDQkhoby1sZGliSTlHTVhZMDFUcGRa?oc=5](https://news.google.com/rss/articles/CBMi0AFBVV95cUxOMG1wRm1zc2hqQVZuSmgxZmx1dFFTYmVXWEV0Y21OY3Qwb2tiR3NWMkk4UnBoaU1ZeUNGRUZfel9wdDY2QXFpOGVaNzFZQnEyeUVBMXBLYzVMd2ZySGI5YUwxZGJGQUhtTUpHUUV5SDhZbjhVSkdmUGFsWGhnVWRkSmZ4aE9GLU5DbC13aXRkR0ZZNk1UMXJjdWFEYi1Hbk8yRlF2NU5UUjlnb1RSWXI2akdWaUxQUWhuWmNDQkhoby1sZGliSTlHTVhZMDFUcGRa?oc=5)
- Tempo.co. “Tumpulnya Mitigasi Kebakaran Hutan Era Prabowo.” [https://news.google.com/rss/articles/CBMifkFVX3lxTFBwV3ZwRlBXcnZ3Yi1kS1BtSk1wRTlfWVRBSTUxVWRFOFdrS0huWTRCRGlNUHhtZnZ1cWFxaXpmbk9INjYtVkkyWXVvZ1pWeUZkbkhHLUgzZmNBNTZ3T0tTLTZKemJheDhQTi1RSVk0ZThFcEdvQkxxSVNZV1NrQQ?oc=5](https://news.google.com/rss/articles/CBMifkFVX3lxTFBwV3ZwRlBXcnZ3Yi1kS1BtSk1wRTlfWVRBSTUxVWRFOFdrS0huWTRCRGlNUHhtZnZ1cWFxaXpmbk9INjYtVkkyWXVvZ1pWeUZkbkhHLUgzZmNBNTZ3T0tTLTZKemJheDhQTi1RSVk0ZThFcEdvQkxxSVNZV1NrQQ?oc=5)
- Gerbang Patriot. “Herman Deru Pastikan Penanganan Karhutla Sumsel Terus Diperkuat, Presiden Prabowo Dukung Tambahan Armada dan Peralatan.” [https://news.google.com/rss/articles/CBMi7AFBVV95cUxQZHMxZlgxYnhPaEd5N1FhVlVnNGg1SGt3emI5S243dS1lTm5OMFdZZDNQSmt2bXBRMUpUMldqZzhqZHlQaDNDQzZuUDNnMV9rbXBubGYxVzRMSHZNVzFIMno1dHFvUVVtZ0hOQkdTZE4wTTdsVnc5RElfMDk2eG50a05OVVhCMndCVEJLQWtuVGwxRWhjWEp4WG9NZGNBal9XOFpzUGRwWm9jTE8zTFdLczhRTVlaZlZKbXlfSlxNQjNQOEJFUHpEcHdWS0RhdFpkU0JNOXVXRnhLbElNb3lhbFpXaFZXR1pqZTZpSg?oc=5](https://news.google.com/rss/articles/CBMi7AFBVV95cUxQZHMxZlgxYnhPaEd5N1FhVlVnNGg1SGt3emI5S243dS1lTm5OMFdZZDNQSmt2bXBRMUpUMldqZzhqZHlQaDNDQzZuUDNnMV9rbXBubGYxVzRMSFZNVzFIMno1dHFvUVVtZ0hOQkdTZE4wTTdsVnc5RElfMDk2eG50a05OVVhCMndCVEJLQWtuVGwxRWhjWEp4WG9NZGNBal9XOFpzUGRwWm9jTE8zTFdLczhRTVlaZlZKbXlfSlxNQjNQOEJFUHpEcHdWS0RhdFpkU0JNOXVXRnhLbElNb3lhbFpXaFZXR1pqZTZpSg?oc=5)